Rabu, 04 Juni 2008

KARTU UNPTK

Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) pada saat ini telah diketahui oleh guru di seluruh Indonesia melalui situs http://www.nuptk.info/ sehingga bagi guru yang sedang mengikuti sertifikasi dapat langsung menuliskan nomor tersebut pada Formulir Pendaftaran Peserta Sertifikasi Guru (Format A1), Formulir Biodata Peserta Sertifikasi Guru (Format A2) dan pada Identitas Peserta Dokumen Portofolio. NUPTK tersebut wajib dimiliki setiap guru sebagai persyaratan sertifikasi. Pada Buku Pedoman Penetapan Peserta (BUKU 1) yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 halaman 11 dicantumkan sebagai persyaratan peserta yang ke-6. Adapun persyaratan peserta secara lengkap tertulis sebagai berikut:
1. Memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang terakreditasi.
2. Mengajar di sekolah umum di bawah binaan Departemen Pendidikan Nasional.
3. Guru PNS yang mengajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah atau guru yang diperbantukan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat.
4. Guru bukan PNS yang berstatus guru tetap yayasan (GTY) atau guru yang diangkat oleh Pemda yang mengajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.
5. Memiliki masa kerja sebagai guru minimal 5 tahun pada satu sekolah atau sekolah yang berbeda dalam yayasan yang sama.
6. Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).
Persyaratan memiliki NUPTK tersebut baru diberlakukan tahun 2008 dan hal ini bukan berarti tidak dipersyaratkan bagi guru yang mengikuti sertifikasi tahun sebelumnya. Guru yang telah lulus sertifikasi sebelum tahun 2008 diwajibkan untuk melengkapi berkas yang diantaranya adalah melampirkan foto copy kartu NUPTK (informasi Dra. Neni Martini, peserta sertifikasi/diklat 2007 dari Kabupaten Bulungan).
Dinas Pendidikan Kabupaten Bulungan hingga saat ini (4 Juni 2008) belum membagikan kartu NUPTK pada semua guru maupun tenaga kependidikan yang bertugas di wilayah kabupaten bulungan karena sesuatu hal. Staf Bagian Pengajaran Disdik Kab. Bulungan (ibu Marta) menjelaskan yang intinya adalah: pertama kesulitan dalam hal pendistribusian karena pada kartu tersebut hanya mencantumkan nama dan NUPTK tidak mencantumkan tempat guru bertugas. Yang kedua kartu yang dikirim dari Dirjen PMPTK tidak sebanyak jumlah guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Bulungan.

Tidak ada komentar:

PASPOR SULTAN BULUNGAN 1938

Ini adalah Paspor milik Sultan Maulana Muhammad Djalaloeddin yang lahir di Tanjung Palas tanggal 13 Juli 1884. Tanggal kelahiran tersebut...