Rabu, 22 Oktober 2008

WARMOND

Berawal dari sebuah artikel yang ditulis pada situs internet http://sugeng-arianto.blogspot.com/2007_10_01_archive.html, seorang warga Belanda bernama Huib De Vries tertarik dan akhirnya mengirimkan foto yang berisi gambar sebuah kapal pesiar bernama WARMOND meminta penjelasan tentang keberadaan kapal tersebut dengan janji akan mengirimkan sebuah foto kapal WARMOND dengan resolusi tinggi. Kapal tersebut adalah kapal pesiar milik Sultan yang dibangun oleh ayahnya yang bernama H.S. de Vries. Huib de Vries yang dilahirkan bersamaan dengan dibangunnya kapal WARMOND pada tahun 1939 ingin sekali mengetahui di mana posisi kapal pesiar tersebut ditenggelamkan pada akhir Perang Dunia II.
Karena itulah penulis mencari dan akhirnya menemukan dua orang tua kelahiran (asli) Tanjung Palas, mereka adalah: Bapak Haji Muhammad Hanafiah Idris (foto sebelah kanan) lahir tahun 1940 dan Ibu Hj. Salamah binti Ahmad Syukun (foto sebelah kiri) yang pada waktu itu telah berumur 10 tahun ketika melihat dan bahkan pernah masuk ke dalam kapal WARMOND.
Berdasarkan keterangan-keterangan mereka dapat disimpulkan bahwa kapal WARMOND ditenggelamkan oleh Sekutu pada tahun 1945 tepat di depan istana kesultanan Bulungan.
Istana kesultanan Bulungan sekarang memang sudah tidak ada karena telah dibakar dan dihancurkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965 (www. sasamba.or.id). Namun, kini telah dibangun pula sebuah dermaga baru tepat di depan bekas istana kesultanan. Dermaga tersebut diberi nama DJALALUDDIN, saat sekarang ini telah hampir selesai (95%) pembangunannya.
Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bulungan pada tahun 1997, pada waktu itu dijabat oleh Kol. Art.R.A. Bessing (masa pemerintahan: 1995-2005), pernah berusaha mengangkat kapal WARMOND yang tenggelam itu dari dasar Sungai Kayan akan tetapi usaha tersebut tidak berhasil. Penulis artikel ini dalam kunjungannya ke Museum Kesultanan Bulungan pada tanggal 19 Oktober 2008, tidak ditemukan foto atau gambar kapal WARMOND di dalam Museum. Yang ada justru kapal penumpang yang bertuliskan BOELONGAN NEDERLAND disertai tulisan kecil pada foto tersebut: m.s. "Boelongan"(1915),1053 Br.Reg. Ton. Kapal pesiar WARMOND milik Sultan tersebut sekarang tinggal nama dan kisahnya saja.

Rujukan:
1. Email dari Huib de Vries (h.de.vries11@kpnplanet.nl) kepada Sugeng Arianto (arianto89@gmail.com)
2. Rekaman interview sugeng dengan Bapak H. Muhammad Hanafiah Idris dan Ibu Hj. Salamah binti Ahmad Syukun tanggal 19-10-2008 di Tanjung Palas
3. Situs personal Sugeng (http://sugeng-arianto.blogspot.com/2007/10/sejarah-kerajaan-bulungan.html)
4. Profil Kabupaten Bulungan, bagian Humas Sekretariat Kabupaten Bulungan (Birau, 2008)
5. Situs sebuah lembaga yang ditemukan melalui surfing (http://www.sasamba.or.id)
Tautan kesejarahan:

1 komentar:

Tarakan Oye mengatakan...

Saya salut sama mas SUGENG, kalau dari nama bukan keturunan Bulungan tetapi banyak menulis tentang Kesultanan Bulungan.
Sekedar Info, Nara Sumber mas SUGENG : Hj. SALAMAH adalah kakak kandung dari MOCHTAR. A. SUKUN, yang nota bene adalah Ayah Saya. Bolehkah saya ingin sekali, mengenal mas SUGENG lebih dekat silakan mas Sugeng mengunjungi http://serba-serbitarakan.blogspot.com/ atau e-mail saya : faisaltop@rocketmail.com thank's mas

PASPOR SULTAN BULUNGAN 1938

Ini adalah Paspor milik Sultan Maulana Muhammad Djalaloeddin yang lahir di Tanjung Palas tanggal 13 Juli 1884. Tanggal kelahiran tersebut...