Rabu, 10 November 2010

Kisah Pangeran Jamaloer


Siapakah sebenarnya Pangeran Jamaloer itu? Mengapa kisah-kisah perjuangannya dalam siar islam tidak pernah kita dengar? Berikut ini adalah penuturan dari H. Ardiansyah ... Awalnya ketika Pangeran Jamaloer berburu di hutan dengan diikuti anjing kesayangannya dia bertemu dengan seseorang memakai surban hitam. Ini adalah suatu pengalaman yang mungkin membuat dirinya terheran-heran mengapa beberapa waktu lamanya anjing yang selalu menemani dirinya berburu menggonggong tiada henti. Sebagai putera dayak tenggalan (sebuku) dia mewarisi kepekaan naluri yang luar biasa. Dia merasakan adanya sesuatu dan menduga perubahan besar akan terjadi pertama-tama pada dirinya. Seseorang bersurban hitam mungkin adalah orang yang memiliki ilmu kesaktian yang tinggi karena kedatangan dan kepergiannya tidak diketahui oleh Pangeran Jamaloer. Dia mengajarkan kepada Pangeran bahwa di alam semesta yang luas ini tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah Rasulullah. Ajaran tersebut meresap ke dalam jiwa dan menyelimuti relung-relung hati. Hingga pada akhirnya Pangeran merelakan untuk meninggalkan kampung halaman, meninggalkan kepercayaan leluhur nenek moyang, dan menyatakan diri masuk Islam. Dalam perjalanannya melakukan siar Islam Pangeran Jamaloer mendirikan masjid didukung oleh masyarakat keturunan nenek moyang yang setia mengikuti jejaknya dan hidup dalam satu komunitas baru yang disebut dengan Suku Tidung Sebuku. Pangeran Jamaloer wafat pada masa pemerintahan Amiril Pengiran Maharajalila II (1695-1731), tidak diketahui siapa yang melanjutkan perjalanan siar Islam pada waktu itu. Kini tinggal pusara dan batu nisan yang tampak tegak berdiri di atas permukaan bumi Sebuku, kisah-kisah kebesaran Allah SWT yang diturunkan pada almarhum Pangeran Jamaloer hanya dituturkan pada juriatnya secara turun temurun.



Sumber : H. Ardiansyah, Bunyu (penuturan via telpon seluler, 09/11/2010)

PASPOR SULTAN BULUNGAN 1938

Ini adalah Paspor milik Sultan Maulana Muhammad Djalaloeddin yang lahir di Tanjung Palas tanggal 13 Juli 1884. Tanggal kelahiran tersebut...