Minggu, 20 November 2011

PESAN PENULIS ARTIKEL WEB-BLOG

Untuk beberapa saat lamanya sejak saya dilantik sebagai pengawas sekolah mata pelajaran IPS oleh Wakil Bupati Bulungan pada tanggal 16 Maret 2011, saya tidak lagi menulis artikel di http://sugeng-arianto.blogspot.com
Meskipun demikian saya masih sering berkunjung untuk sekedar mengetahui apa saja isi kotak pesan yang ditujukan kepada saya dan jika ada maka saya akan sesegera mungkin membalasnya.
Saat ini saya juga telah sedang mengelola web-blog pengawas SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bulungan. Waktu saya lebih banyak tercurah untuk web-blog tersebut yaitu menulis artikel, informasi, dan semacamnya pada http://waslahbulungan.blogspot.com Oleh sebab itulah maka pada kolom/rubrik ini saya bermaksud menyampaikan informasi kepada para pembaca web-blog saya yang mungkin menyimpan pertanyaan mengapa tidak ada lagi artikel tambahan yang baru.
Kepada semua pembaca web-blog saya dengan ini saya ucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya atas kunjungan dan komentar juga kritik yang disampaikan kepada saya.
Selanjutnya saya akan berusaha untuk menulis artikel pada web-blog saya ini kembali secara rutin yang lebih banyak mengemukakan fakta-fakta kesejarahan di wilayah Bulungan.

Kamis, 23 Juni 2011

KOMPAS NEGARA

Kompas adalah alat untuk mengetahui arah mata angin (biasanya berbentuk seperti jam yang berjarum besi berani yang menunjuk arah utara dan selatan). Dengan kompas dapat diketahui pula arah yang lain seperti barat, barat laut, barat daya, timur, timur laut, tenggara. Secara digital arah mata angin itu dapat disebutkan sebagai berikut: arah utara (U) = 0°, Timur Laut (TL) = 45°, Timur (T) = 90°, Tenggara (TG) = 135°, Selatan (S) = 180°, Barat Daya (BD) = 225°, Barat (B) = 270°, Barat Laut (BL) = 315°.

Bagaimana dengan kompas Negara? Sebagaimana gbr.1 kompas tersebut dinamakan kompas Negara sepintas sama dengan kompas pramuka hanya saja tidak berangka dan tidak ada keterangan arah mata angin. Kompas tersebut hanya menunjukkan arah kiblat yang tergambar di dalamnya sebuah anak panah berwarna merah. Dibeli oleh seorang penulis sejarah lokal Kabupaten Bulungan di Banjar Negara (Negara). Konon Negara adalah nama sebuah suku dan wilayah yang memproduksi kompas Negara di Kalimantan Selatan. Sayang sekali kompas ini hanya berlaku untuk wilayah Banjar Negara dan sekitarnya. Namun patut kita hargai hasta karya yang mengandung unsur seni yang tinggi dan budaya masyarakat setempat menunjukkan ciri khas dan jati diri suku bangsa di Indonesia. Dalam kompas terdapat tulisan berbunyi: “iman & taqwa” dan di bawahnya terdapat tulisan arab yang berbunyi: “hayaalasholah” membawa pesan mendalam kepada umat Islam khususnya yang berada di wilayah Banjar Negara.

Untuk membandingkan dengan kompas pramuka berikut ini (gbr.2) adalah gambar kompas pramuka yang digunakan untuk mengetahui arah mata angin. Dengan kompas inipun dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat sepanjang telah diketahui berapa derajad arah kiblat dari tempat kita berada. Perihal kepastian berapa derajad arah kiblat dari tempat kita berada atau berapa derajad arah kiblat dari kota-kota di Indonesia akan dibahas pada kesempatan lain dengan judul artikel yang berbeda. Demikian semoga sedikit tulisan ini akan menambah wawasan kita tentang kompas yang biasa dipakai oleh adik-adik pramuka Indonesia di pangkalan gugus depan masing-masing atau dalam perjalanan mencari jejak serta pembuatan peta pita.


Referensi:

1. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

2. Kompas Negara & Kompas Pramuka.

3. Wawancara dengan Bapak Nanang, SE dari Banjar.

Jumat, 07 Januari 2011

MENGKONVERSI DERAJAT MENIT DETIK KE DALAM DERAJAT DESIMAL

(Oleh : Sugeng Arianto, S.Pd.)

Lokasi atau koordinat suatu daerah yang ditampilkan pada GoogleEarth menggunakan satuan derajat-menit-detik sebagai contoh pencarian koordinat melalui GoogleEarth diketahui bahwa koordinat MALL LEMBU SWANA SAMARINDA adalah 0°28’28.35”S 117°08’48.02”T (dibaca: Nol Derajat Dua Puluh Delapan Menit Dua Puluh Delapan Koma Tiga Puluh Lima Detik Lintang Selatan Seratus Tujuh Belas Derajat Kosong Delapan Menit Empat Puluh Delapan Koma Kosong Dua Detik Bujur Timur). Penggunaan satuan derajat-menit-detik juga berlaku pada Ovi-Map yang merupakan salah satu feature HP Nokia C5. Namun tidak demikian halnya dengan QiblaLocator. Ia menggunakan satuan derajat decimal. Pada QiblaLocator lokasi atau koordinat Lembu Swana Samarinda tertulis Latitude -0,474541667° Longitude 117,1466722° Direction 291,98° Distance 8735 km (dibaca: Lintang Selatan negatip Nol Koma Empat Tujuh Empat Lima Empat Satu Enam Enam Tujuh Derajat, Bujur Timur Seratus Tujuh Belas Koma Satu Empat Enam Enam Tujuh Dua Dua Derajat, Arah Dua Ratus Sembilan Puluh Satu koma Sembilan Puluh Delapan Derajat, Jarak Delapan Ribu Tujuh Ratus Tiga Puluh Lima Kilometer). Dengan demikian sebenarnya Lintang Selatan 0°28’28.35” = -0,474541667° dan Bujur Timur 117°08’48.02” = 117,1466722°. Secara manual bisa kita hitung dengan pedoman bahwa 1° = 60’; 1’ = 60”; 1° = 60’x60’ = 3600”. Hasil penghitungan bisa kita lihat seperti uraian berikut ini :

Lintang Selatan (-) 0°28’28.35” = (-) 0 + 28/60 + 28,35/3600 = (-) 0,474541667°
Bujur Timur 117°08’48.02” = 117 + 08/60 + 48,02/3600 = 117,1466722°
Jika terlalu rumit dalam melakukan penghitungan, silakan menggunakan convertor yang disediakan secara gratis oleh sebuah situs http://www.123marbella.net/gps.coordinates. Kita tinggal mengisi bilangan derajat menit dan detik dari lokasi atau koordinat yang kita inginkan lalu klik Calculate.


Reference:
1. http://www.google.com/earth/download/ge/agree.html
2. HP Nokia C5
3. http://www.qiblalocator.com/
4. http://www.123marbella.net/gps.coordinates
Jika Anda ingin mengunduh software konverter silahkan klik DISINI.

Minggu, 02 Januari 2011

MENGHITUNG JARAK ANTAR KOORDINAT


Cara mudah menentukan koordinat sekarang ini bisa dilakukan dengan menggunakan HP NOKIA C5. Salah satu feature HP tersebut adalah adanya Global Position System (GPS) untuk mengetahui posisi suatu daerah atau tempat tinggal. Berikut ini adalah nama-nama tempat yang telah diketahui titik koordinatnya dengan menggunakan GPS: Lapangan AGATIS Tanjung Selor, 2˚50’26.49”Lintang-Utara/North (N), 117˚22’26.06”Bujur-Timur/East (E); Tempat tinggal Massugeng, 2˚50’44.42”N, 117˚22’20.86”E; Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tanjung Selor, 2˚50’05.85”N, 117˚21’56.03”E. Nah, sekarang bisakah jarak antar lokasi diperkirakan berapa meter atau kilometer jauhnya? Jika menggunakan Google-Earth akan langsung dapat diketahui jarak antar titik-titik koordinat dengan menarik garis dari satu titik ke titik yang diinginkan. Jika tidak maka bisa dihitung menggunakan rumus: 1’=1.825 m, 1”=30,416 m. selanjutnya selisih angka N menghasilkan sumbu vertical, sedangkan selisih angka E menghasilkan sumbu horizontal. Adapun jarak antar titik atau koordinat adalah merupakan garis miring sebuah sisi segitiga siku. Baiklah sekarang kita coba menghitung jarak Lapangan AGATIS Tanjung Selor dengan Tempat tinggal Massugeng.


Tempat tinggal Massugeng

Lapangan AGATIS

Selisih

Dikalikan 30,416 m

N

2˚50’44.42”

2˚50’26.49”

17.93”

545,36 m

E

117˚22’20.86”

117˚22’26.06”

5.10”

155,12 m

Jarak Tempat tinggal Massugeng dengan Lapangan AGATIS = √(545.362+155.122)m2 = 566,99 m

Kita hitung lagi jarak Tempat tinggal Massugeng dengan BRI:


Tempat tinggal Massugeng

BRI

Selisih

Dikalikan 30,416 m

N

2˚50’44.42”

2˚50’05.85”

38.57”

1.173,14 m

E

117˚22’20.86”

117˚21’56.03”

64.83”

1.971,86 m

Jarak Tempat tinggal Massugeng dengan BRI Cabang Tanjung Selor = √(1.173,142+1.971,862)m2 = 2.294,44 m



Reference:
1. Sampel pengukuran jarak, Google-Earth.
2. Pengambilan data, HP NOKIA C5.

PASPOR SULTAN BULUNGAN 1938

Ini adalah Paspor milik Sultan Maulana Muhammad Djalaloeddin yang lahir di Tanjung Palas tanggal 13 Juli 1884. Tanggal kelahiran tersebut...