Senin, 02 Januari 2012

RENCANA PENELITIAN

Ada beberapa titik di wilayah Bulungan yang ditandai sebagai tempat makom para sultan dan tokoh ulama terkenal. Titik titik tersebut sebagian telah diidentifikasi oleh peneliti sejarah dari Balai Arkeologi Banjarmasin maupun perorangan. Untuk keperluan pemetaan wilayah situs sejarah, identifikasi mengenai koordinat titik sangat diperlukan. Jika koordinat titik-titik situs telah diketahui maka dengan menggunakan aplikasi GoogleEarth akan dengan cepat dapat diketemukan posisinya dalam peta serta dapat diketahui jarak antar titik-titik tersebut.
Bertolak dari latar belakang tersebut maka saya sebagai penulis dan peneliti yang tinggal di wilayah Bulungan akan melakukan identifikasi pada titik-titik situs yang belum teridentifikasi. Dengan demikian identifikasi yang saya lakukan adalah bersifat melengkapi. Satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah mengetahui arah bujur makom yang sama sekali belum teridentifikasi. Alat yang digunakan untuk mengetahui arah bujur makom adalah kompas. Pentingnya mengetahui arah bujur makom adalah untuk mendukung dugaan adanya pergeseran permukaan bumi yang disebabkan oleh salah satu kemungkinannya adalah gempa bumi.
Dasar pemikirannya adalah bahwa posisi makom sultan dan ulama diatur berdasarkan syariat Islam. Semua makom umat Islam di Indonesia membujur ke arah dari Utara-Timur Laut ke arah Selatan-Barat Daya. Jika dikonversikan dalam bentuk derajat (khusus di wailayah Bulungan) maka menjadi arah 21º31’ ke arah 201º31’.
Mudah-mudahan rencana ini mendapat dukungan dari berbagai pihak sehingga akan dapat segera kita lihat hasilnya bersama di situs ini. Amien.

Tidak ada komentar:

PASPOR SULTAN BULUNGAN 1938

Ini adalah Paspor milik Sultan Maulana Muhammad Djalaloeddin yang lahir di Tanjung Palas tanggal 13 Juli 1884. Tanggal kelahiran tersebut...